Meninggal di Usia 76 Tahun, Ini Penyakit yang Diderita Stephen Hawking

Meninggal di Usia 76 Tahun, Ini Penyakit yang Diderita Stephen Hawking
Meninggal di Usia 76 Tahun, Ini Penyakit yang Diderita Stephen Hawking

Stephen Hawking meninggal dunia pada Rabu setelah mengalami komplikasi akibat ‘sklerosis lateral amyotrophic’, penyakit neurodegeneratif progresif. Ia menghembuskan napas terakhir pada usia 76 tahun.

Dilansir Huffingtonpost, Rabu (14/3/2018), fisikawan dan ahli kosmologi teoritis itu terkenal dengan pekerjaannya berkaitan dengan lubang hitam (black hole). Hawking memiliki teori yang bertentangan dengan kepercayaan ilmiah yang berlaku bahwa lubang hitam tak terhindarkan untuk semua bentuk materi dan energi.

Menurutnya, lubang hitam sebenarnya memancarkan bentuk radiasi, yang kini dikenal sebagai ‘radiasi Hawking’. Dia juga memainkan peran kunci dalam usaha matematis untuk menyatukan teori relativitas umum Einstein dengan bidang fisika kuantum yang muncul.

Hawking menggunakan posisinya sebagai ilmuwan paling terkenal di dunia sebagai platform untuk membahas berbagai isu, mulai dari keberadaan kehidupan di luar Bumi hingga sifat filsafat.

Namanya semakin meroket pada 1988, ketika ia menerbitkan buku untuk khalayak umum, “A Brief History of Time: From the Big Bang to Black Holes”. Risalah kosmologi telah terjual sekira 10 juta kopi di seluruh dunia, menjadikannya salah satu buku sains terlaris sepanjang masa.

Pada 1963, ketika ia berusia 21 tahun, Hawking didiagnosis dengan penyakit yang melemahkan neuron motorik ‘amyotrophic lateral sclerosis’ (ALS). Sekira 80 persen mereka yang menderita ALS meninggal dalam waktu lima tahun setelah didiagnosis.

Akan tetapi, dokter yang menangani Hawking sendiri memberinya prediksi dua tahun untuk hidup, namun nyatanya ia bertahan selama beberapa dekade atau lebih lama ketimbang pasien lain yang menderita penyakit ini.

Hawking menggunakan kursi roda untuk bergerak dan sistem komputer yang canggih untuk berbicara sepanjang waktu sebagai figur publik.

Stephen Hawking bahkan diangkat dalam sebuah film The Theory of Everything pada 2014. Film tersebut menceritakan tentang riwayat hidup bersama istri pertama Hawking, Jane Wilde.

Sumber : Okezone.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *